Yuk, Kenal Lebih Dekat Dengan Spunlace dan Spunbond

Dengan semakin gencarnya kampanye untuk green living dan usaha maksimal untuk recycle, kini banyak orang yang semakin tertarik akan penggunaan material yang dianggap lebih eco-friendly namun tetap durable. Ada dua jenis material yang cukup populer di industri ini, yaitu spunlace dan spunbond. Karena namanya hampir mirip, banyak orang yang sering keliru untuk membedakannya, dan bahkan menganggap keduanya sama. Untuk tahu lebih banyak lagi, simak paparan berikut ini.

Perbedaan Antara Spunlace dan Spunbond

Tentu saja ada beberapa perbedaan signifikan diantara keduanya.  Keduanya termasuk dalam bahan nonwoven, di mana dua jenis bahan nonwoven kini memenuhi kapasitas produksi teratas di dunia. Tidak heran bila sekarang banyak konsumen yang menggunakan barang-barang konsumsi yang dibuat dari material spunbond dan spunlace nonwoven. Lalu, apa perbedaannya?

Material yang digunakan

Secara material, spunlace dibuat dari dari serat pendek seperti viscose, poliester, dan lainnya. Sementara spunbond umumnya dibuat dari material polypropylene. Di sini, perbedaannya cukup signifikan dan ini akan memudahkan produsen untuk memilih material mana yang akan digunakan untuk produk tertentu.

Warna

Biasanya proses pewarnaan spunlace nonwoven terjadi ketika masuk pada tahap produksi dan sebagian bahan nonwoven ini dibuat dengan pewarnaan serat. Tidak hanya itu, untuk produksi spunlace, umumnya produsen menggunakan warna-warna yang lebih terang.

Berbeda dengan material spunbond. Ketika masuk pada tahap pewarnaan, bahan spunbond nonwoven menggunakan polypropylene dengan masterbatch. Dengan begitu, material spunbond yang dibuat dari polypropylene dapat dibuat dengan warna apapun, tidak peduli jenis warna yang akan digunakan, baik warna gelap atau warna terang.

Ini menjadi salah satu kelebihan spunbond dibandingkan dengan bahan spunlace karena bahan ini bisa diproduksi dengan warna cukup bervariasi, mulai dari warna terang hingga gelap sehingga konsumen bisa mempunyai banyak pilihan ketika akan menggunakannya untuk berbagai produk.

Ketegangan bahan

Ketika membandingkan antara spunlace dan spunbond dalam hal ketegangan bahan, dengan berat yang sama, material spunbond diketahui lebih kuat dibandingkan dengan spunlace. Oleh karena itulah kenapa produk yang dibuat dari bahan spunbond nonwoven digunakan untuk keperluaan produk yang menuntut kekuatan bahan. Sedangkan bahan spunlace lebih banyak digunakan untuk keperluan yang menuntut kelembutan saat dipakai.

Pemakaian

Sebagian besar material spunlace digunakan untuk wipes atau tisu, misalnya untuk membersihkan tangan, wajah, atau permukaan yang halus. Sementara spunbond yang dibuat dari nonwoven cukup populer digunakan untuk membuat tas. Tidak heran jika kamu banyak menjumpai tas spunbond karena memang bahan ini cukup kuat dan praktis digunakan.

Biarpun ada beberapa perbedaan signifikan antara spunlace dan spunbond, namun terkadang keduanya bisa digunakan untuk penggunaan yang sama, misalnya adalah tas spunlace nonwoven. Ini bukan sembarang tas karena tas nonwoven ini dibuat dengan bahan spunlace nonwoven kuat dan berkualitas, bahkan produsen bisa menaruh logo printing.

Wipe dari spunbond nonwoven polypropylene. Wipe yang dibuat dari spunbond nonwoven ini berasal dari polypropylene spunbond nonwoven cukup ringan dan dengan tekstur yang lembut sehingga tidak akan menggores apapun. Di sini, kamu bisa lihat bila kedua bahan nonwoven tersebut terkadang menjadi alternatif material untuk memenuhi permintaan konsumen. Tidak hanya untuk dua tujuan tersebut, bahkan orang-orang semakin kreatif untuk melaminasi dua bahan nonwoven dengan sebuah produk baru, yaitu woodpulp. Ini adalah woodpulp + PP (polypropylene) dengan teknik spunlace. Woodpulp spunlace ini diberi lapisan polypropylene yang bebas dari serat dan bagus untuk industri wiping.

WhatsApp chat