Membayar Zakat Fitrah di tengah COVID-19

Kurang dari seminggu para umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Fitri atau lebaran. Dan di penghujung bulan Ramadhan ini, umat islam diwajibkan untuk membayar Zakat Fitrah setahun sekali.

Zakat fitrah adalah dana atau bisa berupa makanan pokok yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim pada bulan Ramadhan pada Idul Fitri, yang memiliki kemampuan makan penuh walau dalam sehari semalam.

“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat muslim; baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau saw memerintahkannya dilaksanakan sebelum orang-orang keluar untuk shalat.” (HR Bukhari Muslim).

Selain untuk mensucikan diri setelah menjalankan ibadah di bulan Ramadhan, Zakat Fitrah juga dapat dimaknai sebagai bentuk kepedulian terhadap orang yang kurang mampu,membagi rasa kebahagiaan dan kemenangan di hari raya yang dapat dirasakan semuanya termasuk masyarakat miskin yang serba kekurangan. Di Indonesia Zakat Fitrah dapat dibayarkan dengan beras seberat 2,5 kg atau 3,5 liter.

Zakat Fitrah ditunaikan sejak awal Ramadhan dan paling lambat dilakukan sebelum pelaksanaan Shalat Idul Fitri. Sementara itu, penyalurannya kepada mustahik (penerima zakat) paling lambat dilakukan sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri.

Namun, di tengah pandemi COVID-19 yang menyerang Indonesia saat ini dan dengan anjuran Physical Distancing kita dianjurkan untuk tidak melakukan kontak fisik ataupun keluar rumah.

Membayar Zakat Fitrah di tengah COVID-19

Membayar Zakat Fitrah di tengah COVID-19

Karena pada zaman sekarang Teknologi lebih canggih, pembayaran Zakat Fitrah pun dapat dilakukan melalui platform digital. Hal ini memudahkan umat muslim dirumah yang ingin membayar Zakat Fitrah dengan anjuran Physical Distancing.

Lantas, bagaimana hukumnya membayar Zakat Fitrah secara online bagi umat Islam?

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Ni’am menjelaskan, pembayaran zakat fitrah dalam ajaran Islam memang dibolehkan. Dia pun mengimbau para badan amil zakat untuk memfasilitasi pembayaran secara online agar mencegah terjadinya kerumunan orang dan berpotensi penyebaran COVID-19.